Kamis, 01 Oktober 2015

Terbalut Sepi

Aku merasa hdiup ini bagaikan sebuah permainan belaka. Dimana manusia di permainkan dengan nasib yang di buat Oleh Tuhannya. Seperti naasipku yang bagaikan terkutuk dan tidak pernah merasakan apa itu "BAHAGIA". Kerap kali ku sendiri dengan luka batin dan mental yang menguras daging dalam tubuhku. Ya Allah aku ingin hidup bahagia seperti mereka yang bisa hidup bahagia. Andai kata Engkau menjadi manusia akan ku tanyakan semua lukaku pada-Mu dan andai kata Engkau menjadi manusia akan Engkau rasakan rasa sakit yang amat kurasakan saat ini, tidak tenang dengan selalu memikirkan nasip apa yang akan aku terima untuk hari ini dan esoknya lagi. Jujur aku sudah tak mampu lagi untuk menjalani hdiup ini Tuhan. Ku tlah lelah di sakiti oleh mereka yang ku sayangi, KELUARGA, SANAK SAUDARA, dan TEMAN-TEMANKU. Telah hancur harapan indahku dan telah musnah angan-anganku bersama mereka. Sekarang dan esok atau selamanya mereka bisa sadar akan apa yang mereka perbuat padaku.??. Aku tak bisa banyak berkata kepada-Mu Tuhan. Aku ingin Engkau selalu ada disampingku sebagai sosok manusia yang mau menjadi teman dekatku, dimana teman untukku mencurahkan rasa yang amat terluka. Hati ini telah hancur dan tak bernyawa, namun mengapa masih saja Engkau berikan kesempatan yang pada akhirnya Kau Ambil juga Ya Allah. 

Kini ku punya pacar yang mana dia telah tau semua hal tentang masa laluku yang buruk. yang hancur dan yang .....aku tak mampu mengatakannya. Ya Tuhan, akankah ia setia kepadaku? akankah ia selalu memikirkanku ? akankah ia benar-benar mencintaiku seperti apa yang dia katakan. melihat tingkahnya sekarang aku ragu dengan semua yang dia katakan padaku. Dia telah jarang sms dan menelfonku lain ketika aku dan dia sebulan yang lalu. Aku harap dia tidak menyakitiku seperti oran gyang ku sayangi menyakitiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar